Labels

Tuesday, 24 April 2018

opini: facebook ditutup

Muara Tebo, 23 April 2018. Hari kini, facebook merupakan provider sosial media terbesar. Di samping itu memiliki fitur yang paling lengkap dan paling familiar di mata pengguna.

1) Data Pribadi
Sebagaimana akun media sosial yang lainnya, facebook dalam pembuatan akun tentu menggunakan data pribadi. Data pribadi yang dibutuhkan untuk pembuatan akun sebenarnya bukan merupakan data yang terlalu sensitif. Hanya seputar Nama, tanggal lahir,alamat,  email, nomor ponsel, hobby. Itupun ada pilihan untuk menampilkan atau tidak menampilkan. Facebook tidak pernah meminta nomor rekening bank apalagi nomor PIN. Kecuali ketika melakukan transaksi berbayar. Mengenai tanggal lahir dan foto dicuri itu adalah bagaimana pemilik merahasiakan atau menampilkan.
2) Data pribadi bocor
Kebocoran data pribadi oleh hacker memang menjadi tanggungjawab pihak facebook. Namun satu kejadian akan menjadi petunjuk bagi programer facebook untuk menutupi lubang keamanan tersebut. Sehingga di kemudian hari tidak terulang lagi.
3) Akun palsu dan penipuan
Semua pengguna tahu bahwa facebook bisa dibilang setengah permainan, profil yang ada tidak selalu merupakan diri asli pemiliknya. Pemerintah juga seharusnya tahu bahwa pembuatan akun tidak merupakan sesuatu yang membutuhkan legitimasi atau pengesahan dari dinas kependudukan sebagaimana KTP dan SIM. Jadi sah-sah saja pengguna membuat akun yang datanya tidak sesuai dengan data kependudukan.
Sebagian pengguna yang memanfaatkan facebook untuk sarana bisnis juga hendaknya menyadari bahwa sosok akun yang ada di facebook tidak boleh begitu saja dipercaya. Harus ada kontak langsung di dunia nyata yang mengesahkan keberadaan mitra bisnisnya. Dan yang meyakinkan bahwa sosok tersebut benar-benar yang ada di dunia nyata tersebut. Karena proses transaksinya berbeda dengan toko online seperti lazada, tokopedia, bukalapak yang memang dirancang untuk transaksi jual beli. Facebook dan sosial media lainnya sebenarnya hanya bisa sebagai ajang promosi.
4) Ancaman Pemblokiran dari pemerintah
Pemerintah dalam hal ini kementrian kominfo memang berkuasa memblokir sebagaimana telah dilakukan pada telegram beberapa waktu yang lalu. Ada beberapa kesan:
Kurang sajen, dalam artian upeti yang diberikan oleh pihak facebook kepada pemerintah indonesia diluar pajak masih dianggap kurang. Kecuali memang menunggak pajak seperti google beberapa waktu yang lalu.
Iri dan dengki, pemerintah menganggap bahwa facebook membuat siswa tidak konsentrasi belajar, pegawai negeri dan perusahaan jadi malas bekerja, pemborosan karena sering membeli paket data, boros perangkat karena terlalu getol dalam menggunakan untuk bermain facebook. Apabila kita cermati dengan sikap dewasa dan tenggang rasa hal di atas ternyata merupakan kesalahan pribadi. Di pandang dari sisi lain merupakan peluang bisnis yang bagus, selain itu juga banyak yang menggunakan facebook untuk konsultasi siswa dengan guru, teknisi satu dengan lainnya, berbagi informasi dinas, dan lain sebagainya.
5) sikap pemerintah seharusnya
Tolong saudara pembaca menuliskan di kolom komentar sesuai dengan versi masing-masing

semoga bermanfaat
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

No comments:

Post a Comment

Kembali ke atas