Labels

Tuesday, 3 April 2018

era digital terancam gagal

Tebo, 03 April 2018. Dewasa ini terjadi pergeseran teknologi menuju ke era digital. Foto yang dahulu harus menggunakan klise atau film negatif sekarang kedudukannya tergeser. Kaset lagu yang dahulu harus menggunakan pita panjang, sekarang sudah diganti dengan memory card yang memiliki kemampuan menyimpan ratusan bahkan ribuan lagu.

Panggilan video dari luar negeri yang dahulu menggunakan video call yang menghabiskan biaya mahal sekarang bisa menggunakan berbagai aplikasi dengan hanya membayar biaya paket data. Pesan MMS yang dahulu menggunakan biaya mahal sekarang juga bisa dikirim dengan aplikasi dengan hanya membayar paket data.

  1. Namun ternyata:
  2. Membludaknya kepemilikan ponsel yang menggunakan internet. Bisa dibilang setiap orang minimal memiliki minimal 2 nomor ponsel. Nomor 1 untuk Telepon, Nomor 2 untuk SMS, nomor 3 untuk internet. Karenanya di daerah yang memiliki signal Edge hampir tidak bisa digunakan internetnya. Terkadang bisa digunakan ketika lewat tengah malam. 
  3. Pertumbuhan jumlah kepemilikan ponsel tidak seimbang dengan kapasitas tower GSM.
  4. Kualitas tower GSM semakin menurun seiring usia.
  5. Layanan pengaduan mempersulit pelaporan dan saran perbaikan jaringan. Bagaimana tidak? Biasanya kita menggunakan kartu paket internet adalah nomor paket yang dibeli tanpa registrasi karena paket internetnya hanya murah waktu pembelian pertama saja. Bulan selanjutnya kartu tersebut dibuang. Setiap satu jiwa penduduk hanya dibatasi kepemilikan maksimal 3 nomor yang berbeda. Sementara pengaduan harus menggunakan nomor yang teregistrasi dengan data yang benar.
  6. Setrategi darurat mati listrik menggunakan sistem kedekatan sosial bukan sistem kedekatan geografis. Misaknya si A di daerah AA memiliki tugas mengecas tower ketika mati listrik di daerah BB, sementara si B di daerah BB memiliki tugas mengecas tower di daerah AA ketika listrik PLN mati. Sedangkan dari daerah AA ke BB memakan waktu 1 jam perjalanan.
  7. Pencopotan perangkat 3G pada tower, Daerah yang dianggap penggunanya sedikit oleh perusahaan dilepas perangkat 3G nya sehingga kecepatan internetnya lambat.
  8. Pemasangan perangkat 3G pada tower sengaja dipasang di ketinggian di bawah 30 meter. Agar penduduk yang jauhnya lebih dari 1 Km dari tower tidak bisa menggunakan.
  9. Payung pemancar pada tower di arahkan ke arah tertentu saja, sehingga yang tidak mendapat arah akan mengalami kesulitan jaringan.
  10. Telkomsel yang katanya terbaik saja jaringanya buruk apalagi yang lain.

semoga bermanfaat, dan menjadi bahan introspeksi diri pada pihak terkait.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

No comments:

Post a Comment

Kembali ke atas