Labels

Tuesday, 13 February 2018

rahasia di balik kemarau

Tebo 13 Februari 2018. Kemarau adalah waktu yang lama tidak turun hujan, walau sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia namun tidak semua orang mengetahui mengapa hujan harus turun atau harus ditahan. Sementara yang sudah tahu juga sering tidak menyadari mengapa terjadi kemarau panjang. Dalam artikel ini akan dikaji penyebab kemarau dari berbagai sudut pandang.
  1. Ilmiah
    Secara ilmiah musim hujan dan musim kemarau disebabkan oleh angin musim atau angin muson. Ketika bulan april sampai september, angin yang melalui indonesia bertiup dari tenggara menuju barat laut. Karena di sebelah tenggara indonesia terletak benua australia yang banyak padang pasirnya. Maka angin ini bernuansa panas dan kering. Sehingga pada bulan april - oktober terjadi musim panas atau kemarau di indonesia. Sementara pada bulan oktober sampai maret angin bertiup dari barat laut menuju tenggara. Karena sebelah barat laut indonesia adalah benua asia yang waktu itu sedang mengalami musim dingin. Maka pada bulan oktober - maret terjadi musim hujan di indonesia. Namun sejak tahun 2000 hutan di indonesia mulai dibabat habis. Sehingga terjadi ketidakstabilan yang disebut arus lanina (pada musim hujan) dan elnino (pada musim kemarau). Sehingga terjadi penyimpangan musim dari bulan-bulan yang sudah dijadwalkan.
  2. Agama Islam
    Dalam ajaran agama islam, hujan diartikan sebagai anugerah rizki. Karena memang dari air hujan itulah kehidupan semua makhuk hidup di bumi yaitu mausia, hewan dan tumbuhan bisa berlangsung dengan subur dan makmur. Penahanan hujan atau perpanjangan kemarau disebabkan oleh adanya dosa yang diperbuat manusia. Di antaranya adalah tidak membayar zakat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا sumber
    “Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah no. 4019. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
  3. Agama hindu
    Dalam ajaran agama Hindu untuk prediksi cuaca bulanan dapat diketahui melalui pangunyaan sasih. Dalam setahun terdapat 12 sasih, enam bulan termasuk musim kemarau (Jyesta, Sadha, Kasa, Karo, Ketiga, Kapat), enam bulan berikutnya masuk ke dalam musim penghujan (kalima, kenam, kepitu, kawulu, kesanga, kedasa). sumber
  4. Agama budha
    Dalam ajaran sang Budha Gautama, hujan bisa berarti sumber kehidupan, namun jika terlalu deras dan terus menerus juga berarti bencana. sumber agar terhindar dari bencana, para biksu mencipratkan air parita kepada umatnya.
  5. Agama Kong Hu Chu
    Kita hampir bisa memastikan setiap hari raya kong hu chu yaitu imlek akan turun hujan. Mengapa? Konon peruntungan usaha umat kongfusiani satu tahun kedepan dapat dilihat dari seberapa kualitas hujan pada hari raya imlek ini.
semoga bermanfaat.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

No comments:

Post a Comment

Kembali ke atas