Label

Jumat, 04 November 2016

agar batang karet cepat asat (kering dari air hujan)

Rimbo Bujang, 04 November 2016. Musim hujan sudah tiba, hampir setiap malam hari hujan turun. Andai hujan turun sebelum tengah malam, tentu pagi hari batang karet sudah kering. Kering yang dimaksud dalam hal ini bukan mati. Kata yang lebih tepat ada dalam bahasa jawa yaitu asat. Maksudnya tidak lagi tergenang air hujan dan siap disadap.

Sebagai petani karet yang rajin bekerja, tentu kita ingin tetap berpenghasilan walaupun dengan segala kondisi. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan di musim seperti ini:
  1. Apabila pagi hari bidang sadap basah, maka penyadapan di siang hari. Butuh waktu sekitar 30 menit sejak matahari tidak tertutup mendung untuk menguapkan air yang menggenangi bidang sadap.
  2. Sinar matahari yang terik memang membuat bidang sadap hanya menghasilkan sedikit getah, namun itu sudah lebih baik daripada kita tidak berpenghasilan.
  3. Jangan menuggu sore hari, karena malam hari biasanya turun hujan.
  4. Jangan lupa mencuka getah karet. Jika tidak sempat naikkan lump (gumpalan getah beku) di atas mangkok.
  5. Jika kira-kira getah karet yang baru luber karena sudah ada lumpnya, ganjal saja dengan ranting.
  6. Batang karet yang miring menjadi penentu mudah kering atau tidaknya bidang sadap. Bagian bawah sulit basah namun kalau sudah basah akan sulit kering.
  7. Banyaknya gulma dan rapatnya daun karet/ rimbun juga menentukan cepat kering atau tidaknya batang karet. Karena sinar matahari langsung terhalang.
  8. Rapat atau tidaknya penanaman batang karet juga menentukan cepat kering atau tidaknya bidang sadap.
  9. Kondisi medan miring, konon lebih cepat kering bidang sadapnya.

Semoga bermanfaat.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas