Label

Minggu, 23 Oktober 2016

film jadul tayang ulang disukai penonton

Rimbo Ulu, 23 November 2016. Bagi anda yang telah lahir pada tahun 90-an. Mungkin pernah menikmati sensasi menonton zaman film dahulu dan bisa membandingkan dengan film sekarang. Walau ada penonton yang lebih menyukai trend masa kini. Namun jika mau jujur pasti bisa menilai secara obyektif.

Sebagian stasiun televisi mungkin belum menyadari hal ini. Namun dari testimoni pencinta film khususnya film laga dan film komedi, mereka mengakui bahwa keunggulan film zaman dahulu:
  1. Bisa menimbulkan rasa kangen dan ketagihan.
  2. Alur cerita berkembang logis sehingga bisa diterima fikiran dan perasaan. Tidak berputar-putar dengan musuh yang sama. Cerita pun berkembang mulai dari tokoh lahir hingga tokoh menjadi tua.
  3. Sebagian besar diangkat dari naskah novel karya penulis terkenal yang menyuisipkan tokohnya ke dalam cerita sejarah. Sehingga tokoh tersebut menjadi legenda.
  4. Akting apa adanya sehingga mirip kehidupan nyata seperti yang ada pada film barat kwalitas dunia.
  5. Suasana malam hari adalah salah satu cara menyembunyikan adegan yang banyak trik.
  6. Dandanan mengutamakan kemiripan dengan konteks cerita, kalau memang ceritanya orang miskin, ya adegannya jangan di rumah mewah dan bajunya yang compang-camping, jangan menggunakan baju trend masa kini yang disediakan sponsor. Jika cerita nya di hutan atau goa yang gunakan hutan dan goa asli.
  7. Dalam film laga dahulu sudah dikenal, laga yang memiliki seni adalah yang dipimpin oleh sutradara dari negeri tiongkok atau china. Dahulu jika ada ledakan, benar-benar memang pakai mercon tidak pakai animasi yang kasar seperti sekarang ini. Kalau memang pakai animasi harus setingkat film anaconda daripada penonton bosan. Jika ada kebakaran, yang dipakai api yang asli seperti halnya ledakan.
Di antara film tayang ulang yang banyak ditonton adalah warkop DKI oleh MNCTV, roma irama oleh transtv, benjamin oleh ANTV, angling dharma dan tutur tinular oleh RTV (TVN).
Film diproduksi ulang boleh saja, asalkan tidak mengurangi penjiwaan dan kepuasan penonton serta menyimpangan alur cerita.


Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas