Label

Minggu, 23 Oktober 2016

ciri-ciri dan bahaya malware

Rimbo Ulu, 22 Oktober 2016. Dengan canggihnya teknologi dan jaringan yang berkecepatan tinggi seperti sekarang ini tentunya menjadi syurga bagi kita semua pengguna teknologi. Beberapa kemudahan di antaranya:
  1. Aplikasi dan lagu biasanya beli di counter atau toko ponsel, sekarang bisa downloads atau unduh sendiri.
  2. Bisa berbagi kabar dalam bentuk text, foto, audio, bahkan video dengan teman-teman kita melalui media sosial setiap saat.
  3. Bisa SMS, telepon bahkan panggilan video tanpa terkena biaya pulsa karena menggunakan paket data.
  4. Bisa lebih mudah menemukan tempat tujuan ketika sedang tersesat dengan google map atau GPS.
  5. Bisa mengirimkan hasil pekerjaan yang berbentuk digital bahkan uang dan membeli di setiap saat.
  6. Bisa mengawasi anak kita, pacar, suami, isteri, sopir pribadi ke mana pergi dan lokasinya, mengirim SMS dan telepon kepada siapa. Ini dengan GPS dan aplikasi penyadap.
  7. Bisa mengendalikan peralatan listrik di rumah, sembari kita liburan.
Namun hal tersebut ternyata tidak berjalan begitu saja dengan mudahnya. Ada beberapa pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan secara tidak baik. Inilah yang kami sebut malware dalam artikel ini. Berikut ini ciri-cirinya:
  1. Homepage atau halaman awal ketika kita membuka browser internet explorer, firefox, crome, opera, baidu atau yang lainnya berubah.
  2. Status bar (bagian paling bawah) mengirimkan data ke website aneh setiap kali kita membuka alamat web.
  3. Muncul iklan di windows aktiv, jika iklan yang muncul di halaman web sih wajar. Kata-kata yang sering digunakan adalah yang muluk-muluk. Contoh: "live suport" (disertai gambar wanita cantik dan gambar telepon), "PC faster" (penulis pernah menginstal baidu PC faster. Kenyataannya justru PC menjadi berat prosesnya), aplikasi tidak diinstal muncul sendiri dengan tulisan china.
  4. Proses komputer menjadi berat atau lambat, terkadang ada yang menyebutnya mouse lenket.
  5. Apabila dilihat di daftar proses ada nama proses yang aneh, atau beberapa proses seperti explorer, scvhost, firefox, crome, iexplorer, opera memakan memory hingga lebih dari 200 MB.
  6. Khusus di ponsel android muncul iklan dan aplikasi yang bernuansa sex atau asusila.
Sekarang orientasi virus yang trendnya kepada malware ini berubah, jika dahulu bertujuan untuk merusak hardware dan software komputer. Sekarang performa komputer sudah lebih baik, sehingga tujuannya menjadi:
  1. Keyloger atau snifer tujuannya adalah mencuri password atau kata sandi.
  2. Menghasilkan uang dari trafic setiap kita menggunakan search engine atau mesin pencari yang sudah diinfeksikan ke homepage kita.
  3. Merekam aktivitas dan data rahasia kita. Bahkan untuk komputer yang digunakan untuk transaksi perbankan bisa mentransfer uang sendiri ke pemilik malware.
  4. Membuat malware tidak bisa dihapus dan lebih berkembang.
Dari mana malware masuk ke komputer atau gadget kita?
Dari kita downloads namun kurang teliti dengan keanehan:
  1. Kita unduh file word namun mengapa rincian nya aplication, ekstensinya exe, atau malah iconnya winrar.
  2. Kita mengunduh file dokumen, musik, aplikasi atau apa saja. Namun harus menginstall terlebih dahulu program downloader kecil.
  3. Kita mencari sesuatu (browsing) namun tergiur mengklik iklan dengan kata-kata yang muluk dan iklan yang besar: "anda mendapatkan hadiah undian", "download faster".
Kita mengunduh aplikasi android, namun tidak cermat dengan keanehan:
  1. Ukuran file apk relatif kecil hanya ratusan KB, padahal kabarnya game nya bagus.
  2. Pada rincian permision terlalu sedikit hanya akses internet atau bahkan "this aplications no need any permision".
Untuk solusi, penulis merekomendasikan untuk install ulang windows dan untuk android mungkin full erase ROM. Karena pakai antivirus prosesnya lebih lama dan sering gagal karena performa perangkat tidak mumpuni untuk pertempuran virus dan antivirus. Selain itu memakan waktu yang tidak pasti berhasil, waktu untuk full scan apabila digunakan untuk install ulang mungkin sudah selesai.Sementara ini dengan antivirus terbaru, identitas malware berdasarkan aktivitasnya belum bisa dideteksi oleh antivirus terbaru. Mungkin saya harus menggunakan antispyware di samping antivirus.
Untuk android penulis pernah mencoba dengan cara root dan menghapus aplikasi malware. Namun juga pernah gagal root, pernah juga salah hapus akibatnya android menjadi bootloop (hanya tampil logo trus mati hidup lagi sampai logo dan seterusnya. Untuk android dengan cara full erase belum pernah coba.
Semoga bermanfaat

1 komentar:

Kembali ke atas