Label

Sabtu, 02 Januari 2016

cara mencegah demam di musim hujan dengan sederhana

Rimbo Bujang, 02 Januari 2016. Selepas bulan september, konon mulai masuk musim penghujan. Hal ini digali dari filsafat jawa:
  1. September = sat (asat = terkurasnya) sumber (sumber = sumber mata air)
  2. Oktober = metu (metu = keluar) e (e = nya) sumber (sumber = sumber mata air)
  3. November = Numvok (numpuk) e (e = nya) sumber (sumber = sumber mata air)
  4. Desember = geDe-gede (gede =  besarnya) ne (ne = nya) sumber (sumber = sumber mata air)
  5. Januari = ujan nunggu hari
Ringkasnya yang berakhiran -ber adalah musim hujan.
Seiring dengan  musim hujan yang merebak, banyak masyarakat yang mengeluh kepala pusing, flu, dan kedinginan, serta demam biasa, demam malaria, dan yang paling berbahaya demam berdarah.
Ada 2 jalan penyakit yang menyerang daya ketahanan tubuh manusia pada musim ini.
  1. Gerimis langsung menerpa wajah, khusunya kening menyebabkan kepala pusing. Ini dapat dicegah dengan memakai payung atau minimal topi yang bagian depannya ada peneduh wajah. Khususnya dipakai ke luar rumah ketika gerimis. Jika saja hujannya deras justru tidak menyebabkan sakit kepala, paling parah kedinginan.
  2. Setelah kepala pusing kemudian ada perasaan ingin keramas. Ini menyebabkan penyakit yang berikutnya yaitu flu alias pilek.
  3. Ketika kita enggan mengeluarkan ingus di depan orang banyak, kita memilih menelan ingus tersebut sehingga nyangkut di ternggorokan. Hal ini menyebabkan penyakit yang selanjutnya yaitu batuk.
  4. Jalan berikutnya yaitu hawa dingin yang merasuk bukan hanya melalui udara, tapi juga melalui lantai terutama lantai semen. Apalagi tempat tidur yang kita gunakan adalah springbed tanpa ranjang atau dengan kata lain kasur langsug kontak dengan lantai. Ini menyebabkan hawa dingin dari lantai langsung meresap ke kasur. Sehingga kasur yang kita harapkan menjadi tempat paling nyaman untuk istirahat, justru menjadi sarana datangnya penyakit. 
  5. Solusi yang paling tepat adalah kasur atau springbed tersebut dijemur. Dalam keadaan yang merupakan musim hujan, panas matahari sangatlah langka. Maka alternatifnya adalah menggosokkan setrika, tidak usah terlalu panas. Namun berkali-kali, dengan selisih sekitar dua menit tiap kali gosokan secara merata.
  6. Solusi lain yaitu menggunakan pakaian berbahan dasar woll yang mungkin agak langka di daerah indonesia yang iklimnya tropis.
semoga beranfaat
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas