Label

Sabtu, 19 Desember 2015

trend motor trail dipakai oleh remaja efek film anak jalanan RCTI


Rimbo Bujang, 19 Desember 2015. Memang sesuai dengan yang disampaikan oleh para kyai penceramah yang menyampaikan bahwa tontonan bisa menjadi tuntunan. Tidak menutup kemungkinan bagi remaja rimbo bujang dan sekitarnya.
Sebenarnya kegagahan motor trail modiv itu sudah lama, baik untuk keperluan balap motor maupun petani yang bekerja di pedalaman seperti regunas, HTI, HPH, dan lain-lain. Namun kali ini remaja tersebut mengendarai motor trail tersebut baik yang hasil modifikasi maupun motor asli dari pabrik memang jenis trail tersebut untuk sehari-hari ke sekolah dan jalan-jalan.
Jika mereka meninjau secara sepihak, mereka menganggap tidak membawa masalah bagi masyarakat. Namun ada beberapa orang di sekitarnya yang mengeluh:
  1. Pencemaran suara, suara bising motor trail tentu beda dengan motor sejenis matic, supra, scopy, megapro.
  2. Pencemaran udara, asap putih yang ditinggalkan sebagaimana motor jenis pembakaran bahan bakarnya 2 tak sering mengganggu pernapasan masyarakat sekitar.
  3. Kerusakan jalan menuju kebun karet oleh sayatan ban motor trail yang lalu-lalang dengan maksud bermain-main atau berlatih.
  4. Bagi orang tua remaja yang bersangkutan tentu menghabiskan banyak dana karena biaya modifikasi, biaya servis jika terjatuh, biaya berobat jika terjatuh.

Hanya satu yang berbeda dengan yang ada di sinetron anak jalanan yang ditayangkan di RCTI setiap pukul 19:00 malam. Di rimbo bujang kelompok pemuda yang suka motor cross tersebut tidak ikut tawuran seperti di televisi. Mereka hanya sekedar gaya dan hobby.
Mengenai biaya modivikasi, konon bisa mencapai separuh dari harga motor aslinya. Seorang rekan penulis pernah melakuka modifikasi motor megapro dengan tujuan untuk dipakai masuk ke kebun karet di pedalaman regunas menghabiskan dana Rp 4 juta.
Bagi dealer motor dan bengkel modifikasi tentu ini merupakan angin segar bagi penghasila mereka. Secara tidak langsung sinetron tersebut telah melakukan promosi.
Boy, Haikal, Reva, Mondi, Cindi adalah nama tokoh dalam sinetron tersebut. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah penampilan artis yang memerankan tersebut. Sehingga anak-anak rela kabur dari pengajian di mushola demi menonton ketampanan boy.
Sekedar renungan, semoga bermanfaat.

Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas