Label

Rabu, 02 Desember 2015

membakar bangku bekas milik sekolah bahaya

Muara Tebo, 02 Desember 2015. Dewasa ini zaman kejujuran, keterbukaan dan idealis anti korupsi. Oleh karena itu terutama barang milik negara khusunya di sekolah, bendahara barang sedang sibuk-sibuknya melaporkan barang. Tidak sembarangan, salah laporan kepala sekolah bisa dikurung dalam penjara.

Namun tentunya bukan tidak ada cara untuk menghindari jeruji besi tersebut. Walaupun jalan yang dilalui cukup rumit. Di antaranya:
  1. Barang rusak tidak boleh dibawa pulang ke rumah sendiri menjadi milik pribadi.
  2. Jika barang dibakar, harus ada berita acara yang ditanda tangani oleh kepala sekolah, ketua komite.
  3. Setiap barang dilengkapi data: harga beli, merk, dibeli dengan dana apa, ukuran, jumlah layak, jumlah tidak layak.
  4. Badan pemeriksa keuangan tidak hanya menerima laporan begitu saja. Namun juga dibandingkan dengan data dari dinas provinsi. Ini menjadi masalah ketika bantuan dari dinas provinsi untuk sekolah A, oleh dinas kabupaten dialihkan ke sekolah B. Sekolah A dituntut oleh badan pemeriksa, sementara benar-benar sekolah A tidak pernah mencicipi bantuan tersebut sepeserpun. Sementara pihak dinas kabupaten yang menjadi pelaku sama-sekali tidak terkena tuntutan.
  5. Kode barang tiap periode dan cara perolehan berbeda, namun semua barang harus dilabel dan didata.
  6. Beberapa pihak masih menilai hal ini hanya menambah beban pekerjaan bagi dinas bawahan.
Semoga saja ini menjadi awal yang baik bagi negara kita yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas