Label

Senin, 23 November 2015

mengapa UKG 2015 bermasalah

 Rimbo Bujang, 23 November 2015. Belum usai PNS sibuk dengan pengisian pendataan PUPNS. Akhir-akhir ini para guru yang honorer sekalipun ikut disibukkan dengan adanya UKG atau Uji kompetensi guru.
Pada kesempatan ini UKG berbeda fungsi dengan sebelumnya yaitu tahun 2013. Dahulu UKG bertujuan menjaring guru yang layak untuk mengikuti sertifikasi guru. Namun kali ini bertujuan untuk pemetaan. Menurut menteri pendidikan dan kebudayaan RI, Anis Baswedan "Kita ingin tradisi belajar ditunjukkan guru kepada siswa, maka guru harus belajar sehingga guru dapat mengajarkan kepada siswa untuk terus belajar. Caranya dengan menunjukan nilai capaian UKG kepada siswa."
Bagi anda yang sudah mengikuti UKG, berikut ini kebijakan pemerintah yang akan diberlakukan kepada anda:
  1. Grade 1-3, untuk guru yang dapat grade ini dilabel "Tidak Layak Guru", yaitu mereka yang mendapat nilai kurang dari 40.
  2. Grade 4-7, yaitu yang nilainya antara 40-70 akan diberi pembinaan pedagogik dan profeional,
  3. Grade 8-10, yaitu yang mendapat nilai 70 ke atas akan dijadikan sebagai tutor sebaya bagi guru-guru yang mendapat grade 4-7.
Sementara target nilai yang harus dicapai adalah 5,5.

Selanjutnya apa yang terjadi dengan UKG yang dilaksanakan di kabupaten Tebo tercinta?
Pada kesempatan ini, UKG dilaksanakan di dua tempat, yaitu di aula Dikbudpora komplek perkantoran Km.12 Muara Tebo, dan laboratorium komputer SMK Negeri 2 Tebo. Berikut ini kendala yang dialami:

A. Kesulitan mencari pinjaman laptop untuk menyelenggarakan UKG
Hal ini disebabkan oleh:
  1. Guru yang hendak dipinjam laptopnya merasa enggan karena sedang sibuk-sibuknya membuat soal ujian semester ganjil apalagi ditambah mencari materi untuk belajar dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti UKG.
  2. Laptop inventaris sekolah sedang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih penting lagi karena menyangkut terselenggaranya sekolah di antaranya surat-menyurat dan dapodik.
  3. Kriteria perangkat yang digunakan tidak seimbang dengan kondisi trend sekarang. Pada zaman sekarang banyak orang lebih suka menggunakan netbook yang lebih ringan dibawa hanya sekitar 700 gram dan dengan kantong yang dangkal hanya sekitar 3,2 sampai 3,8 juta rupiah. Selain itu laptop keluaran baru sebagai bentuk monopoli perusahaan kebanyakan BIOS-nya hanya support windows7 64 bit dan windows 8.1 64 bit. Model BIOS yang seperti ini sangat repot, mau-tidak mau, rela tidak rela harus diinstall ulang dengan menghilangkan semua data milik guru yang menjadi pemiliknya. Karena tidak support dengan dual boot bersama operating system UKG-pelaksana yang menggunakan platform linux.
  4. Banyak guru peserta UKG yang merasa gaptek dan takut tidak bisa menggunakan. Padahal sangan mudah sekali. tinggal pencet A, B, C, atau D lalu tekan tombol panjang di bawah (spasi) untuk lanjut ke soal berikutnya.
  5. Sumber listrik dalam hal ini PLN sangat suka dan sering mati. Ini membuat server lokal mati mendadak, khusunya yang berlokasi di SMA N 2 tebo.
  6. Jaringan internet yang digunakan yaitu telkomsel di unit2 Wiroto Agung membusuk. Dengan jumlah pengguna yang tidak seimbang dengan bandwidth yang dipasang ditower. Karenanya peserta UKG pulang jam 22:00 WIB. Memang sebelumnya PT. telkom juga menawarkan diri, tentu dengan tarif yang berbeda. Namun warga jalan 8 Wiroto Agung sendiri mengeluh. Ketika panjang kabel sudah lebih dari 1 Km dari kantor telkom di depan SMA N 2, kecepatan akses internet lambat. Dalam hal ini juga pihak pengelola jardiknas internet pusat juga tidak tanggap hanya membagi jaringan internet dengan yang memiliki lobby dekat saja.
  7. Kendala lain, sekolah menjadi kosong dan tidak bisa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) karena semua gurunya pergi serempak UKG.
  8. Guru yang berlindung di bawah depertemen agama (Depag) yaitu sekolah MI, MTs, dan MA merasa iri. Karena mereka tidak dipanggil mengikuti UKG.
  9. Sedangkan kendala yang mungkin akan timbul dengan kebijakan ini yaitu jika di lokasi terpencil gurunya sedikit dan semua tidak mencapai passing grade. Sementara di lokasi lain yang gurunya bermutu tidak mau ditempatkan di daerah terpencil tersebut. Di lokasi terpencil tersebut, bagaimana guru akan belajar? fasilitas saja minim.

Data yang hilang sebenarnya bisa dipanggil kembali, tunggu saja info dari kami selanjutnya.
Demikian semoga bermafaat, dan kami berharap kedepannya akan lebih baik.



Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas