Label

Senin, 09 November 2015

mengapa kemarau berakhir harga karet jatuh

Muara Tebo, 08 November 2015. Memasuki bulan november bumi indonesia diguyur hujan sebagian besar wilayah. Hanya beberapa daerah saja yang belum mendapat bagian hujan. Namun ibarat lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya.
Belum pulih produksi getah karet harian, karena hujan baru turun beberapa kali dan musim penghujan baru dimasuki selama seminggu. Petani karet mengalami masalah baru yaitu harga karet jatuh. Batapa tidak, hasil karet yang keadaan normal menghasilkan 100 kg atau satu kwintal, sekarang tinggal 50 kg atau 50 % dari biasanya. Kemudian harga yang biasanya Rp 7.000,- perkilogram di tengkulak berubah menjadi Rp 5.000,-. Sementara harga di pasar lelang yang biasanya Rp 9.500,- menjadi Rp 7.000,- per kilogram.
Pada pekan kedua bulan november senin 09 November 2015 harga di lelang Rp 6.900,- per killogram.
Menurut analisis penulis jatuhnya harga karet tersebut disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
  1. Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika menjadi Rp 13.655, setelah sebelumnya mencapai Rp 14.000,-.
  2. Dibangunnnya beberapa pabrik mengolah karet setengah jadi menjadi barang jadi, di antaranya adalah PT. Star Rubber yang berlokasi di jujuhan sebelah timur seberang jalan dari pabrik karet mentah PT. Jambi Waras. Sehingga efek menguatnya dolar amerika yang seyogyanya langsung berakibat melejitnya harga karet ekspor. Sekarang tidak lagi secara langsung, karena harga mahal tersebut langsung ditelan dengan harga murah oleh industri karet bahan menengah tersebut. Selain itu di provinsi lain juga banyak.Sehingga keuntungan yang seyogyanya masuk ke kantong petani, sekarang masuk ke kantong perusahaan tersebut. Ini sangat berbeda dengan kondisi februari 2011 di mana harga karet mencapai Rp 22.000,-.
  3. Ini juga tidak terlepas dari tangan pemerintah, dalam hal ini menteri perindustrian baca ini.
Semoga saja, pihak terkait tersebut berlaku bijaksana dan keadaan petani tidak lagi tercekik.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas