Label

Kamis, 22 Oktober 2015

pencegahan penyakit akibat kabut asap


Rimbo Ulu, 22 Oktober 2015. Kemarau telah berlangsung selama setengah tahun sampai artikel ini ditulis. Berbagai penyakit bahkan korban jiwa terutama anak-anak balita berjatuhan. Masyarakat lebih suka menyalahkan presiden (pemerintah) atas musibah yang digolongkan musibah nasional ini. Pihak petugas kesehatan sudah melancarkan berbagai aksi mencegah bahaya bencana ini. Namun menurut penulis masih kurang beberapa hal. Oleh karenanya penulis menulis artikel ini.
Menurut dinas kesehatan bahaya infeksi saluran pernapasan adalah sebagai berikut:
  1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  2. Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
  3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
  4. Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
  5. Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  6. Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
  7. Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan  di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  8. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
Serta pencegahannya adalah sebagai berikut:
Beberapa korban meinggal balita di tandai dengan muntaber / diare dan sesak nafas, sementara dari silsilah keluarga tidak memiliki riwayat memiliki penyakit asma / sesak nafas.
1. Sedapat mungkin Hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung. Terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.
2. Jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung maka sebaiknya menggunakan masker.
3. Minum air putih lebih banyak dan lebih sering 4. Bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasihat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.
5. Selalu lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain-lain.
6. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah/sekolah/kantor dan ruang tertutup lainnya
7. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.
8. Buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik.
sumber
Penulis menambahkan dan menyarankan sebagai pencegahan:
  1. Penyakit ginjal dan sembelit, karena bagi pekerja kantor tidak tersedia air untuk cebok di kantor. Sehingga harus menahan hingga pulang ke rumah. Jika guru SD sampai jam 12:30, guru SMP sampai jam 13:00, guru SMA sampai jam 14:30. Disarankan masing-masing membawa air dalam galon 5 liter dari rumah.
  2. Penyakit kulit merajalela. Karena air bersih untuk mandi sulit.
  3. Pelecehan sexual, karena kamar mandi di rumah tidak lagi sempat terisi air. Untuk membawa air hanya untuk mandi ke rumah sepertinya terlalu sia-sia. Sehingga tempat pemandian di  rawa yang terbuka untuk umum menjadi pilihan terakhir. Disarankan agar jika mandi di tempat umum menggunakan basahan. Serta saling pengertian etika saling bergantian antara kaum laki-laki dan perempuan, atau dipasang/ dipisahkan antara lokasi mandi kaum laki-laki dan perempuan.
  4. Pembakaran kebun oleh orang yang tidak suka atau dengki meningkat. Karena semak dan daun di kebun yang kering sangat berpotensi. Cukup dengan puntung rokok, 10 Hektare bisa habis dalam semalam.
  5. Pencurian terutama karet dan motor meningkat. Karena keadaan ekonomi yang sulit dengan hasil karet dan sawit di kebun sendiri yang pas-pasan, apalagi yang punya angsuran dan arisan terpaksa berhutang di sana-sini.
Semua ini jelas bahwa kesalahan perusahaan yang membuka hutan dengan jalan membakar. Selain itu juga pemerintah yang masih membuka izin pembukaan hutan dengan jalan membakar dengan luas maksimal 2 Hektare. Bahkan di beberapa daerah boleh sampai 5 hektar membuka hutang dengan jalan membakar. Mengenai ini dijelaskan oleh undang-undang nomor 32 tahun 2009.
Jika kita mau bercermin, sebenarnya kita susah ini tidak lain karena kesalahan kita sendiri. Coba kita hitung berapa banyak di sekitar kita yang:
  1. Menggali rawa dengan savator untuk ditanami sawit / karet atau dibuat kolam ikan.
  2. Membakar sampah, walau sebenarnya hal kecil namun jika semua keluarga dalam satu desa membakar sampah. Kita bisa menghitung sebanyak berapa nyala api yang menghasilkan asap di desa kita.

Berikut ini daftar nama korban meninggal akibat bencana kabut asap:
  1. Muhanum Anggriawati (12 tahun) dari pekanbaru, baca ini.
  2. Nabila (balita) dari jambi, baca ini.
  3. Sardi Ramadoni (mahasiswa 19 tahun) dari pekanbaru tertabrak mobil pemadam kebakaran karena terhalang kabut asap.
  4. Muhammad Iqbal Hali (PNS Depag 31 tahun) dari pekanbaru, baca ini.
  5. M Husen Saputra (balita) dari palembang, baca ini.
 
Semoga bermanfaat.


Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas