Label

Rabu, 09 September 2015

kemarau 4 bulan diadakan istisqo'


Rimbo Ulu, 9 September 2015. Musim kemarau telah mulai sejak bulan juni. Diselingi hujan beberapa kali menjelang dan sesudah idul fitri. Musim ini kemungkinan masih terus berlanjut mengikuti arus el nino menurut badan meterologi klimatologi dan geofisika (BMKG) hingga bulan november 2015.
Kita dapat membayangkan betapa menderita kekeringannya kita. Hingga bulan ini saja sudah menderita:
  1. Hasil Karet menurun drastis, yang biasanya 100 Kg / minggu sekarang tinggal 40 Kg /  minggu.
  2. Sumur mengering, bahkan didalamkan justru semakin mengering.
  3. Kebakaran hutan di beberapa titik, terutama di daerah bayung lincir.
  4. Kabut asap menyelimuti alam kita, sehingga bandara sultan thaha jambi terpaksa libur karena jarak pandang hanya 500 meter.
  5. Kabut asap menyelimuti udara yang kita hirup sehingga banyak orang yang flu dan batuk-batuk.
  6. Amplitudo suhu udara yang ekstrim, mengakibatkan banyak orang demam dan yang lainnya menderita panas dalam, bibir pecah-pecah.
Sebagai insan yang beriman khusunya umat islam kita sudah seharusnya berusaha dan berdo'a. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah sudah pernah ketika menjelang lebaran berupa hujan buatan dengan garam yang ditaburkan di atas awan melalui pesawat terbang.
Masyarakat tebo khususnya desa sukamaju (unit 8) melakukan sholat istisqo' atau sholat minta hujan. Kali ini adalah yang kedua untuk musim ini dipusatkan di jalan lawu barat pada tadi pagi pukul 10:00 bertempat di lapangan dekat kuburan dan sekolah TK. Karena banyak ulama tapi merasa enggan sholat istisqo' karena belum pernah. Acara ini langsung dipimpin oleh Ustadz Musyafa' yang juga merupakan guru di pondok pesantren Hidayatul mubtadi-in yang ahli dalam hal nahwu saraf (ilmu alat membaca kitab kuning). Dihadiri oleh masyarakat sekitar lawu kulon dan unit 8 serta santri pondok pesantren unit 8 dan unit 5.
Tata acara pada kali ini mengikuti versi nahdatul ulama. Antara lain sebagai berikut:
  1. Mengumpulkan masyarakat sambil melantunkan puji-pujian yang berisi do'a minta hujan.
    ا َللهُ يَا كـَر ِيْم ِ ا َنـْز ِلْ عَلـَيْنَ مِنَ السَّماءِ مـَاءَ مِدْ رَرَا
  2. Sholat istisqo'.
  3. Khutbah.



Beberapa hal yang menjadi kekurangan dalam sholat tersebut menurut penulis adalah:
  1. Muhasabah atau renungan pengakuan dosa dari hati kepada Allah.
  2. Istighfar yang banyak.
  3. Berdo'a mohon hujan dengan nada yang memelas hingga benar-benar turun hujan.
  4. Puasa 3 hari menjelang hari dilangsungkannya sholat.
  5. Sorban dan penggunaannya.
  6. Khotib menghadap kiblat / membelakangi jama'ah ketika membaca do'a dalam kutbah kedua
  7. Membawa binatang ternak.
  8. Kehadiran tokoh diantaranya dari KUA dan kepala desa
Demikian semoga bermanfaat.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas