Label

Minggu, 09 Agustus 2015

listrik tanpa bahan bakar

Rimbo Ulu, 09 Agustus 2015. Dahulu, listrik memang salah satu kebutuhan mewah. Namun sekarang sudah menjadi konsumsi masyarakat umum. Bahkan untuk warga yang suka berhemat juga dirancang oleh PLN dengan adanya listrik pulsa atau prabayar. Dan untuk masyarakat kurang mampu juga ada subsidi.
Ketika listrik dari PLN tiba-tiba mati di saat yang sangat dibutuhkan. Alternatif yang dibutuhkan adalah listrik milik sendiri. Sedangkan alternatif cerdas dan hemat bagi listrik milik sendiri atau swadaya adalah listrik tanpa bahan bakar. Sumber listrik tanpa bahan bakar ada 3:

A. Bendungan, dibutuhkan debit dan ketersediaan air yang cukup untuk menggerakkan turbin yang dibelakangnya dihubungkan dengan dinamo. Untuk keperluan rumah tangga biasanya berkekuatan 3000 watt. Untuk mendukung debit air dibutuhkan ketinggian posisi sumber air, sesuai hukum arcimedes. Sedangkan untuk ketersediaan air dibutuhkan hutan di bagian hulu bendungan. Konon dahulu pernah direncanakan sebuah bendungan di sebelah utara kabupaten tebo. Andai hal itu terlaksana, tentu kecamatan serai serumpun tidak pernah ada di zaman sekarang, dan tiga desa yaitu tanjung aur, rambahan, dan pagar puding terbenam ke dalam waduk.

B. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pada dasarnya sel surya atau solar cell hanya dibutuhkan untuk mengecas accumulator (accu) selanjutnya digunakan inverter untuk mengubah arus searah (direct current) atau DC dari accu menjadi arus bolak-balik atau alternating current (AC) seperti arus listrik PLN. Dengan PLTS kita bisa memutuskan hubungan sama-sekali dengan PLN. Rincian biaya pembuatan PLTS adalah sebagai berikut:
Nama Barang Biaya (Rp)
cell surya 20 wp 750.000
cell surya 50 wp 1.500.000
Inverter 500 watt 400.000
accumulator 50 Ampere hour merk yuasa 700.000
accumulator 1000 Ampere hour 1.000.000
Kapasitas cell surya 50 wp adalah pasangan untuk accumulator 50 watt hour. Barang yang tertera dalam tabel di atas adalah pilihan harga. Mengenai pasangan yang cocok adalah pilihan kebutuhan anda sesuai dengan kapasitas alat yang seimbang.
Kelemahan PLTS:
  1. Testimoni teman-teman inverternya yang cepat rusak karena digunakan terus menerus.
  2. Ketika musim hujan lampu menyala redup, kemungkinan alat elektonik tidak bisa beroperasi dengan baik.

C. Inverter, hanpir sama dengan cara kerja PLTS. Hanya saja pengisian atau pengecasan accumulator (accu) menggunakan listrik PLN. Dan ketika listrik PLN padam barulah kita nyalakan inverter kita. Bisa juga menggunakan relay yang memindah secara otomatis ketika PLN padam. Biaya pembuatan rangkaian inverter adalah:

Nama Barang Biaya (Rp)
rangkaian cas accumulator 5 Ampere buatan sendiri 250.000
inverter 1000 watt 700.000
Inverter 500 watt 400.000
accumulator 50 Ampere hour merk yuasa 700.000
accumulator 1000 Ampere hour 1.000.000
relay AC otomatis 70.000
cam starter 45.000
Barang yang tertera dalam tabel di atas adalah pilihan harga. Mengenai pasangan yang cocok adalah pilihan kebutuhan anda sesuai dengan kapasitas alat yang seimbang.
Kelemahan inverter:
  1. Kita tetap membayar tagihan listrik PLN.
  2. Untuk rangkaian pengguna relai AC otomatis, accumulator dan inverternya rawan terserang petir karena hanya terpisah beberapa milimeter saja salurannya.
  3. Untuk mengantisipasi nomor 2 di atas digunakan pemindah yang berbentuk engkol yaitu cam starter. Namun membutuhkan waktu pemidahan yang mana listriknya mati sementara.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas