Label

Jumat, 24 Juli 2015

misteri di balik meledaknya kompor hook di desa sidorukun

Rimbo Ulu, 15 Juli 2015. Lebaran sudah di depan mata. Namun yang namanya musibah tidak ada yang mengira hal itu terjadi. Mungkin ini juga karena begitu gembiranya beliau shohibul musibah menyambut lebaran. Sehingga melupakan beberapa hal yang merupakan bagian dari keselamatan kerja. Berita ini sengaja ditulis agak lambat, karena menunggu kesedihan keluarga yang ditinggalkan reda.
Kronologi:
Isteri dari Bapak Darko yang beralamat di jalan Siantar RT 07, Desa Sidorukun atau unit 12, kecamatan Rimbo Ulu, kabupaten tebo. Beliau pada hari rabu menghidupkan kompor hook pada pukul 04:30 untuk memanaskan oven yang didalamnya ada kue. Mengenai status kue ini merupakan pesanan atau untuk konsumsi sendiri penulis kurang tahu pasti. Pengakuan dari para tetangga bahwa korban sangat gemar membuat kue. Bahkan jika beliau mengirim/ memberi kue kepada petugas ronda malam. Sampai kekenyangan karena begitu banyaknya. Kemudian pada pukul 13:30 siang, beliau mengisi kompor dengan minyak tanah. Saksi mata menceritakan bahwa ada suara sesuatu yang meledak seperti ledakan karbit yang ditanam di rongga tanah. (Bummm..!!). Kemudian ada asap hitam mengepul ke atas. Sekitar 5 menit kemudian ada suara minta tolong dan korban berlari ke luar rumah dengan api berkobar di seluruh tubuhnya. Saksi mata segera menyiramkan air ke tubuh korban untuk memadamkan api. Kemudian mencari pinjaman mobil tetangga yang lain untuk membawa korban ke puskesmas di pusat kecamatan di desa sukadamai. Sehari berikutnya yaitu pada hari kamis alias H-1 menjelang lebaran korban meninggal dunia. Kondisi terbakar tubuhnya 90 % kemudian disiram air langsung melepuh putih.
Analisis penyebab kejadian:
  1. Api kompor tidak dimatikan ketika mengisi ulang dengan minyak tanah.
  2. Karena dicabutnya subsidi sehingga kelangkaan dan mahalnya minyak tanah melebihi bensin. Sehingga oleh penjual minyak tanah entah di pengecer atau agen atau suplayer minyak tanah dioplos dengan bensin. Sehingga mudah menyambar api seperti halnya bensin. Pengakuan dari beberapa toko pengecer bahwa mereka lebih memilih tidak menjual minyak tanah daripada menyebabkan korban.
  3. Korban salah mengisi, harusnya diisi dengan minyak tanah tapi galonnya tertukar (dugaan penulis),
  4. Di sudut ruangan dapur memang ada 10 liter bensin dalam galon. Namun tidak ikut terbakar.
  5. Atap dapur bagian  tas kompor yang terbuat dari seng plastik berlobang besar karena terbakar. Hal ini menunjukkan bahwa api yang menyambar ke dalam galon hingga meledak.
  6. Ketika tetangga melakukan menyelamatan, api menyebar di sekeliling kompor disebabkan tumpahan minyak.
gambar ini bukan dari peristiwa yang dimaksud

Semoga bermanfaat. Penulis mohon bantuan do'a kepada pembaca untuk beliau korban di alam kubur dan ketabahan keluarga yang ditinggalkan.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas