Label

Minggu, 26 Juli 2015

kapan kemarau 2015 berakhir

Kemarau masih terus melanda, diperkirakan untuk daerah tebo dan sekitarnya yang dalam cakupan 3 ZOM menurut BMKG. Kemarau untuk daerah tebo diperkirakan sebagai berikut:
  1. ZOM 21 untuk Tebo bagian selatan/ tengah/ utara, diperkirakan kemarau bulan mei - juni. dengan sifat hujan di atas normal.
  2. ZOM 26 untuk Tebo bagian tenggara, diperkirakan kemarau bulan mei - juni. Dengan penyimpangan maju 3 dasarian (1 dasarian = 10 hari). dengan sifat hujan di bawah normal.
  3. ZOM 27 untuk Tebo bagian barat daya, diperkirakan kemarau bulan mei - juni. dengan sifat hujan di atas normal
Berikut ini peta ZOM cuaca jambi.

Sedangkan peta tebo.

Beberapa hal yang perlu anda siapkan untuk jangka pendek mengantisipasi kekeringan adalah:
  1. Menambah kedalaman sumur anda.
  2. Membuat/ membersihkan sumur kecil / mbelik yang berlokasi di dekat rawa.
  3. Mencari tumpangan di tempat tetangga yang persiapan sumurnya lebih bagus.
  4. Menurukan posisi mesin air / sanyo di sumur anda sehingga lebih dekat dengan permukaan air. Lebih baik sambungan paralon anda menggunakan selang yang transparant ada serat benangnya tahan dari pijakan / tekanan dari luar. Harganya hanya Rp 8.000,- / meter. Untuk menggantikan sambungan potong sepanjang 20 cm. Kemudian antara ujung paralon yang disambung diberi jarak agak paralon dapat membelok elastis. Selanjutnya ikat dengan potongan karet ban dalam. 
  5. Berkoordinasi dengan ulama di daerah anda untuk mengadakan sholat istisqo' atau sholat minta hujan.
Sedangkan persiapan untuk jangka panjang adalah dengan menanggulangi penyebab sumur kekeringan sebagaimana di kutip dari sini. Sebagai berikut:
1. Kurangnya Daerah Resapan Air

Salah satu sumber air yang ada di bawah tanah adalah berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah dalam jumlah yang cukup besar.  Jika di suatu wilayah terdapat banyak bangunan yang tidak memiliki ruang terbuka hijau yang memadai, disertai dengan kondisi lingkungan yang permukaan tanahnya banyak tertutup aspal, batu, semen, beton, dan lain sebagainya, maka air yang akan meresap ke dalam tanah akan menjadi sedikit.  Terlebih lagi jika hanya ada sedikit lubang biopori yang membantu menampung air hujan dan air lainnya dalam jumlah tertentu agar tidak langsung mengalir ke selokan.  Jika air yang masuk ke dalam tanah sedikit, maka cadangan air tanah yang ada di dalam tanah pun bisa menipis.

2. Pengambilan Air Bawah Tanah yang Berlebihan

Air yang disedot melalui pompa pompa air bertenaga listrik dalam jumlah yang terlalu besar bisa membuat air tanah menjadi terus berkurang dari waktu ke waktu hingga akhirnya tidak ada lagi air yang bisa disedot oleh pompa air, terutama di musim kemarau yang minim pasokan air hujan.  Daerah pemukiman padat penduduk sangat memungkinkan air yang ada di bawah tanah cepat habis karena setiap rumah melakukan penyedotan air bersih bawah tanah bisa lebih dari satu meter kubik dalam sehari.

3. Jauh Dari Sumber Air Permukaan

Daerah yang jauh dari sumber air di atas permukaan tanah bisa saja mudah mengalamai air tanah kering saat lama tidak mendapatkan air hujan.  Pemanfaatan air tanah yang berlebihan juga menjadi salah satu penyebab mudahnya sumur-sumur air bawah tanah mengering di saat musim kemarau yang panjang serta kurangnya peresapan air hujan ke dalam tanah.  Jika di sekitar daerah tersebut terdapat sungai, danau, waduk, dan semacamnya maka pasokan air bawah tanah bisa terbantu sehingga di saat musim kering, air tanah tidak ikut mengering secara signifikan.

4. Sumur Air Bawah Tanah yang Kurang Dalam

Dari waktu ke waktu ketinggian air dalam tanah bisa berkurang seiring dengan pertumbuhan jumlah manusia yang sama-sama menggunakan air bersih yang berasal dari bawah tanah.  Apalagi di musim kemarau penambahan air di bawah tanah mengalami penurunan secara drastis sehingga untuk mendapatkan air bersih harus memperdalam kedalaman sumur dan juga pipa air bawah tanah yang sudah ada.  Jika terlalu dalam maka bisa-bisa pompa air yang sudah ada harus diganti dengan pompa air yang lebih kuat tenaga daya hisapnya.

semoga bermanfaat
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas