Label

Kamis, 31 Juli 2014

mengendarai motor di jalan tanah licin

Jalan licin adalah rintangan yang harus ditakhlukkan untuk mencapai tempat tujuan. Walau kelihatannya seperti hambatan yang tidak ada pilihan lain. Namun sebenarnya masih ada pilihan di jalan tanah yang basah. Kebanyakan dari kita belajar dari pengalaman. Memang pengalaman merupakan pelajaran yang paling berharga.
Artikel ini ditulis khusus bagi anda yang belum berpengalaman, agar bisa belajar lebih cepat. Karena meski paling berharga, pengalaman membutuhkan pengorbanan.
Secara umum jalan tanah basah ada dua pilihan:
  1. Yang sering dilewati licin, namun tidak terhambat.
  2. Yang jarang dilewati lengket dan terhambat, namun tidak licin.
  1. Jalan lengket
    Kebanyakan pemula memilih jalan yang lengket namun perlu dipertimbangkan jarak ban dengan slebor, apabila ada jarak yang lebih dari 10 cm pada kondisi beban maksimum. Bagi motor yang slebornya menempel pada body motor bukan pada shock ketika ditambah beban akan berkurang jarak tersebut.
  2. Jalan licin
    Memilih melewati jalan yang licin adalah pilihan yang sudah mencapai tingkat mahir. memang ada jaminan perjalanan akan dapat terus berlanjut. Namun harus modal keseimbangan, ketenangan, konsentrasi, dan ragi ban alias gerigi. Bagi yang tidak memiliki gerigi ban yang menggigit silahkan memilih bagian jalan yang paling rendah karena tidak mengandung resiko terpeleset ke yang lebih rendah.
  3. Tanjakan
    • Sebelum melewati tanjakan hendaknya dibaca bagian mana yang akan dilewati. Jalan yang paling bisa menggigit antara ban dan tanah.
    • Kemudian disertai dengan ancang-ancang (ayunan kecepatan tinggi) namun gigi kecil. Karena proses pemindahan gigi memakan waktu yang bisa jadi motor anda berhenti sesaat lalu mundur. Mengendalikan motor pada kondiis jalan mundur sangat sulit. Selain bentuk kaki tidak sesuai, anda pun tidak bisa melihat motor akan melindas jalan yang mana.
    • Jangan mengayun-ayun gas, karena menyebabkan hentakan yang membuat ban motor membuat lubang di jalan sehingga slip.
    • Letakan beban di bagian belakang kendaraan. Karena akan membuat gerigi ban anda lebih menancap /menggigit di jalan.
  4. Jalan turun
    • Sebelum melewati turunan, anda harus membaca dulu bagian mana jalan yang akan dilewati, kira-kira bisa atau tidaknya berani atau tidaknya anda mengendalikan motor ketika melewati jalan tersebut.
    • Senjata anda ketika melewati jalan tersebut adalah rem, stang, dan kaki.
    • Jika jalan terlalu curam, sebaiknya anda lewat selokan saja. dengan catatan selokan tersebut bisa dilewati
Jalan tanah licin
Sebenarnya ketika hujan masih turun dan air masih mengalir di jalan lebih mudah melewatinya. Karena tidak lengket. Namun kebanyakan orang takut kedinginan.
Semoga bermanfaat


MOTORHOME IN LUTO VIA RECTA

Qui obices superandi lubrica via ad assequendum finis. Obstant etiam videtur non bene. Sed nihil potest esse in udo lutum viarum. Plerique ab experientia. Nam experientia docet, est pretiosum.

Haec est illa scripta ad quae non sentitur, ut discat, ocius. Quia et cum clarissimae experietur sacrificium.

In genere duplex via humida bene luto:

     Saepe praetergressus lubricum, non inhibuit.
     Lentum et rarum sunt transierunt parvulus, non lubricum.

     Viae lentum
     Plurimae incipientium ignes eligere viam amet ligula at cogitare distantiam X cm in maximum si onus est quam distantia urgentur. Nam et corpus non est motor in slebornya motor ad caput cum ictu distantiam decrescet pondus superadditum.
     et lubrico itinerum
     Levis est eligendi optio qui viam proficiebat gradu pervenit. Nulla convallis poteris permanere elit. Sed, num capitis statera, tranquillitatem, retrahitur, et alias fermentum serrations tires. Nam qui eligit non commodo tires mordent serrations quia non est ibi ut plurimum una in humilitate periculo inferior.
     Ramp
         Jam antequam legatur pars sit ubi per magnos, suscipit. Inter ignem et terram facillimum mordere.
         Deinde, cum a persona (LIBRO celeritas) sed exiguis dentibus. Vicis perussi amet motor, quia non stetit paulisper versis vestra recepit. Regendisque motor in via kondiis regredi valde difficile. Ad hoc quidem sub specie, non in via videre current motor.
         Vestibulum non dubiis, quia est causa caloris in qua vehitur coronas, ideo viam excavare lapsu.
         Pone tergum onus lorem. Quia seducet filium tuum, plus tires serrations adhæsit / mordeat in via.
     in viam
         Jam antequam exemplum ad primum legere morati essetis, non imperium, an motor, dum cupidius transitum aut cogatur.
         Transitum viae tuae quando arma iaculis, handlebars, et pedes.
         Si nimis ardua via est, factum est, ut non nisi in foveam cadunt. cum recordum et tetigisset domatum fistulas possit exsultástis

Coenum lubrica via,

Nam cum in via adhuc pluit fluit aqua, quo facilius et pertransiet. Non enim est tenax. Frigus plerique vitant.

ut esse utile
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas