Label

Kamis, 09 Januari 2014

punk komunity merambah pasar rimbo bujang. Generasi muda mau dibawa kemana?

foto anak punk

Sebelumnya penulis mohon maaf:
  1. Barangkali ada ada pembaca yang merupakan penggemar punk mulai dari gaya hidup, kode etik, maupun musiknya.
  2. Tulisan ini baru dibuat setelah 2 atau 3 tahun punk bertengger di pasar rimbo bujang, dan menyeret beberapa pemuda/i.
Tulisan ini dibuat setelah pemerhati generasi pendidikan dan kemasyarakatan serta tetua kabupaten tebo mengenali efek buruk dari komunitas anak punk. Dari cerita masyarakat penulis menyimpulkan bahwa perilaku anak punk yang menyimpang adalah:
  1. Jarang mandi. dengan kehidupan yang luntang-lantung tanpa tempat tinggal, tentu kebersihan khususnya mandi menjadi tidak teratur.
  2. Tidak menjalankan ajaran agama yang dianut. dengan hidup yang semau mereka sendiri, tentu merasa tidak butuh Tuhan, tidak butuh menjalakan ajaran agama.
  3. Mengamen, jika tidak diberi memaksa. Sekedar berbagi cerita kawan dari penulis bahwa ia pernah beli nasi goreng di pasar rimbo bujang pada malam hari. Kemudian ada anak punk datang mengamen. kebetulan teman tersebut tidak memiliki uang kecil sehingga tidak memberikan kontribusi kepada pengamen tersebut. Tapi ternyata mereka memaksa, sehingga setatus pengamen bisa dibilang berubah menjadi pemeras. Akhirnya teman tersebut memberikan uang Rp 10.000,-. Barulah mereka mau pergi.
  4. Laki-laki dan perempuan bebas bergaul. Jika siang-malam bergaul tanpa pengawasan orang tua, apalagi mereka masih remaja. Tentu setan akan lebih mudah menggoda. Kesempatan untuk itu bukan dalam waktu yang singkat. Untuk sementara ini sekedar baru prasangka, bagi pembaca yang merasa peduli silahkan mencari data di lapangan. Sebagai sampel bisa dibaca di sini.
  5. Tidak mau bekerja kasar atau bekerja keras. Apabila dengan mengamen saja sudah bisa hidup, untuk apa harus bekerja kasar atau bekerja keras. Mengenai bekerja kasar atau bekerja keras lebih jelas akan dibahas pada latar belakang.
Adanya generasi punk ini dilatar belakangi oleh:
  1. Trend internasional yang diperkuat oleh beredarnya musik rock.
  2. Merasa sebagai tempat untuk mencari jatidiri, lebih jelasnya bisa dibaca di sini.
  3. Dari kecil dimanja, sudah besar dididik dengan paksa, sehingga lari dari rumah untuk mencari kebebasan, hal ini biasanya anak orang kaya.
  4. Rumah tangga mengalami broken home, sehingga butuh teman, butuh saudara yang tidak menyusahkan.
  5. Untuk bekerja kasar tidak enak, capek, malas karena terbiasa dimanja. Untuk bekerja keras yang tidak kasar butuh modal, butuh ijazah dan keahlian yang tidak bisa didapat dalam waktu singkat apalagi di usia remaja.
Anggota komunitas punk pasar sarinah rimbo bujang menurut cerita dari mulut ke mulut adalah:
  1. Anak punk dari daerah lain.
  2. Beberapa anak rimbo bujang, rimbo ulu dan rimbo ilir, ada laporan bahwa beberapa anak cewek dari unit 6.
ciri-ciri seorang yang terkena trend anak punk adalah:
  1. mengikuti model rambut anak punk
  2. menggunakan acessoris seperti gelang dan kalung yang bukan dari bahan emas secara berlebihan.
  3. memakai tindik di tempat yang aneh-aneh








Demikian tulisan ini, mengenai aktualitas dan realitas nya mohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca yang budiman.



Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kembali ke atas