Label

Rabu, 29 Februari 2012

evaluasi kinerja Sukandar selaku bupati tebo 2011 - 2016

Sejak dilantik menjadi Bupati Tebo periode 2011 - 2016, pada tanggal 27 Agustus 2011. Harapan masyarakat kabupaten tebo tersandar pada janji program kerjanya. Di antaranya adalah:
  1. Kartu keluarga dan KTP gratis.
  2. Pupuk murah.
  3. Bidi misi (beasiswa perguruan tinggi).
  4. Stadiun sepakbola.
  5. ...
Sebenarnya program itu sudah ada dari pemerintah pusat. Juga di kabupaten lain sudah dijalankan. Namun untuk tebo, entah bersembunyi di mana? Kita berprasangka baik saja, barangkali, belum bisa di laksanakan karena anggaran dana dan sumber daya manusia yang belum mampu.
Setelah di lantik, Sukandar banyak mengunjungi acara-acara di masyarakat, termasuk pengajian BKMT, di situ beliau menyampaikan bahwa untuk tahun pertama ini anggaran dana kabupaten tebo diarahkan untuk membayar hutang yang ditinggalkan kepemimpinan sebelumnya. Dan agar masyarakat giat membayar pajak. Walau seyogyanya perusahaan yang beroperasi di kabupaten tebo terutama pertambangan yang begitu berdampak buruk terhadap lingkungan juga perlu ditagih.Beliau juga mereformasi pejabat pada 31 Januari 2012, walau tidak terlepas dari hal yang aneh dalam politik. Misalnya yang sebelumnya guru olah raga SD, bisa menjadi Camat, dan sebaliknya.
Pegawai negeri yang sebelumnya tunjangan lauk-pauk dirapel, kini bisa diterima secara rutin.
Sejak pertengahan bulan februari 2012 ini mulai terlihat aneh. Ruas jalan poros Rimbo Bujang selaku pusat perekonomian di kabupaten ini bagian yang rusak digali dengan savator. Dirasakan masyarakat awam ini aneh, jika digali dengan tangan manusia tentu biayanya lebih ringan. Kemudian yang sakitnya, lubang galian ini ditimbun dengan koral campur tanah yang segera larut oleh air hujan. Hingga terjadi lubang yang bisa membuat ban motor bocor, bahkan membuat kendaraan yang lewat susah, dan rawan kecelakaan. Hal ini dibiarkan sudah 2 bulan. Bukankah dalam agama, salah satu ciri orang beriman adalah menyingkirkan kayu di tengah jalan agar tidak mengganggu orang lewat?
Kemudian di jalan 21 Unit1 dilakukan penimbunan di tepi jalan agar rata dengan aspal. Bahan yang dipakai adalah tanah campur batu, lalu dipadatkan dengan mobil silinder. Bukankan ini pekerjaan sia-sia? karena baru terkena hujan satu kali saja langsung menjadi lumpur.
Yang terakhir tanggal 23 Februari jalan pahlawan yang merupakan poros Rimbo Bujang selaku jantung ekonomi kabupaten Tebo putus di depan simpang jalan 13 unit3. Hingga berita ini diterbitkan belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Kendaraan roda empat harus lewat jalan 14 tembus jalan Iskandardinata lalu keluar jalan 12 Unit2.
Mudah-mudahan saja, tindakan Bupati segera sigap, agar tidak timbul prasangka buruk yang dimanfaatkan lawan politiknya.

1 Maret 2012

jika pembaca menemukan data lainnya silahkan hubungi redaksi

4 komentar:

  1. gmn tempat ente gan banyak yg krupsi kagak

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama saja, selama masih ada SETAN di muka bumi. korupsi masih ada

      Hapus
  2. sepertinya perusahaan tambang di tebo semakin banyak ya pak, jadi lebih terasa perubahan cuaca nya....

    BalasHapus
  3. @sugeng iya, bukan cuma cuaca. tapi juga persediaan air, dan banyak lagi

    BalasHapus

Kembali ke atas