Label

Minggu, 22 Januari 2012

agar Karet memberikan lebih banyak penghasilan

Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan yang istimewa bagi indonesia. Karena selainhanya beberapa negara saja yang bisa ditanami karet, kehidupan modern kita tidak bisa dipisahkan dari karet alam. Walaupun negara maju seperti Amerika Serikat (USA) bisa memproduksi pengganti karet. Yaitu dengan batu bara yang masih berumur muda. Namun tidak mampu mencapai mutu yang baik.

Karet yang sudah diakui mutunya ternyata bukan dari indonesia, melainkan dari malaysia. Teruji digunakan sebagai ban mobil balap F1 (formula one). Untuk mencapai mutu tersebut getah karet harus dibekukan dengan asam semut. Namun karena asam semut bisa berbahaya jika ditangani dengan cara yang sembarangan. Petani indonesia lebih suka menggunakan pupuk super fosfat yang lebih aman dan daya bekunya lebih handal.
Berbagai cara ditempuh oleh petani agar mendapatkan hasil lebih benyak. Antara lain sebagai berikut:
  1. Mengatur jadwal sadap agar ada kesempatan pohon karet memproduksi getah.
  2. Memberikan perawatan berupa pupuk, dan pemberantasan hama terutama jamur bidang sadap. Karena untuk jamur akar belum ada obat yang terbukti mampu memberantas hingga tuntas.
  3. Memindahkan bidang sadap ke bagian atas batang. Untuk batang yang sudah tua, sebap di bagian bawah sudah sulit disadap karena bekas kena kayu, atau mati kulit yang disebabkan penyadapan saat batang basah oleh air hujan. Bagi penyadap yang menyadap hingga cabang pohon bisa menggunakan metode panjat dengan tangga bambu yang ringan dan benang agar getah dari talang tidak tertiup angin saat jatuh ke mangkok.
  4. Menggunakan obat pemacu keluarnya getah. Untuk cara ini memiliki efek samping, pohon mengeluarkan banyak getah namun kendungan airnya tinggi. Beberapa tahun kemudian daunnya mulai jarang dan akhirnya mati tegak.
  5. Menggunakan bibit unggul: PB 260, IRR 112, IRR 118, IRR 220, BPM 24, PB 330, PB 340.
Selain itu beberapa petani ada yang memakai cara curang:
  • Mencampur getah dengan scap (kulit buangan sadap).
  • Memasukkan air ke dalam getah.
Seiring dengan kecurangan tengkulak:
  • Menggunakan jari untuk menekan timbangan saat menimbang.
  • Mengganjal timbangan.
  • Memainkan harga.

Namun kecurangan itu mulai berkurang dengan adanya pasar lelang.



4 komentar:

Kembali ke atas